Hidroponik Dasar

Sistem Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique)

Sistem hidroponik NFT atau Nutrient Film Technique termasuk salah satu sistem hidroponik terbaik yang banyak diadopsi oleh petani hidroponik, khususnya di skala industri besar. Menurut beberapa artikel, hidroponik dengan teknik NFT ini dapat memberikan suplai nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan tanaman secara lebih optimal. Selain itu, tentu ada keunggulan yang menjadi pertimbangan petani untuk menggunakan teknik NFT ini.

Kelebihan sistem hidroponik NFT

Apa Itu Sistem Hidroponik NFT?

Jika merunut kepada Wikipedia, Nutrient Film Technique atau NFT adalah sebuah teknik hidroponik dimana air nutrisi dialirkan secara tipis dan terus menerus melewati akar tanaman yang berada pada sistem tertutup. Dengan aliran terus menerus tersebut dan akar yang hanya ‘terlewati’ oleh air nutrisi, maka akar tanaman akan selalu mendapat asupan air, nutrisi dan suplai oksigen yang optimal. Ini dikarenakan bagian akar yang terkena air akan menyerap nutrisi, sedangkan akar yang bagian atas akan lebih mudah menyerap oksigen untuk mencukupi kebutuhan pertumbuhan tanaman.

Konsep atau prinsip kerja pada saat membuat sistem hidroponik NFT umumnya dengan menggunakan talang air persegi dengan dasar permukaan rata dan netpot tanaman langsung menyentuh dasar talang. Pada ujung pipa terdapat lubang untuk masukan arus air nutrisi, sedangkan bagian ujung lainnya dibuka bebas untuk mengalirkan air menuju tandon air nutrisi. Agar air dapat mengalir dan tidak menggenang, maka ujung tempat masukan air nutrisi diposisikan sedikit lebih tinggi.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Hidroponik NFT

Setiap sistem tentu memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri. Begitupun jika anda membangun sistem dengan teknik hidroponik NFT, ada baiknya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Sistem Hidroponik NFT

  • Pertumbuhan tanaman lebih cepat dibandingkan sistem lainnya. Ini dikarenakan pada teknik NFT, tanaman dapat dengan bebas menyerap air, nutrisi dan oksigen dengan komposisi optimal yang dibutuhkan.
  • Pertumbuhan tanaman lebih seragam. Jarang ditemukan adanya tanaman yang ‘besar duluan’ dibandingkan teman-temannya pada sistem NFT. Ini dikarenakan setiap tanaman dilewati aliran dengan komposisi nutrisi yang sama dan tidak terdapat endapan yang mungkin dapat menyebabkan takaran nutrisi yang berbeda-beda.
  • Takaran nutrisi lebih mudah dikontrol. Dikarenakan tidak adanya endapan pada sistem / gully, maka ketika kita merubah tingkat nutrisi (ppm) pada tandon, keseluruhan tanaman pada sistem akan mendapatkan takaran nutrisi yang sama pula.
  • Gully lebih terjaga kebersihannya. Dikarenakan air terus bergerak, maka kecil kemungkinan gully terkena endapan, lumut atau kerak air nutrisi yang mengering.

Kekurangan Sistem Hidroponik NFT

  • Membutuhkan listrik sepanjang hari. Dikarenakan air nutrisi terus mengalir tanpa genangan, maka dibutuhkan pompa yang terus menyala untuk mengalirkan air tersebut. Selain membuat anda harus memperhitungkan kebutuhan biaya listriknya, hal ini juga menjadikan teknik NFT kurang cocok digunakan di daerah yang masih sering mengalami gangguan pemadaman listrik.
  • Pembuatan sistem awal yang membutuhkan biaya cukup tinggi. Gully sistem NFT ini membutuhkan permukaan datar seperti talang air dan biasanya harganya masih lumayan tinggi.
  • Jika ada penyakit tanaman yang dikarenakan jamur pada air akan dengan cepat menyebar dan menyerang tanaman pada satu sistem / gully.

Tanaman Yang Cocok Pada Teknik Hidroponik NFT

Teknik NFT sangat cocok untuk digunakan pada tanaman yang memiliki akar serabut dan tipis. Umumnya petani hidroponik menggunakan sistem ini untuk membudidayakan tanaman jenis sayuran seperti pakchoy (bakchoy), selada, sawi dan lainnya.

Related Articles

1 thought on “Sistem Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close