Hidroponik Dasar

Sistem Hidroponik DFT (Deep Flow Technique)

Pada artikel sebelumnya, kami telah menulis tentang berbagai macam sistem hidroponik yang banyak digemari oleh petani atau juga pelaku hobi hidroponik. Salah satu metode yang cukup banyak digunakan adalah sistem hidroponik DFT atau juga Deep Flow Technique.

Apa Itu sistem hidroponik DFT

Apa Itu Sistem Hidroponik DFT

Hidroponik DFT adalah metode hidroponik yang melakukan sirkulasi air nutrisi mengalir dan menyisakan air menggenang pada sistem. Tingginya genangan cukup bervariasi, antara 2 hingga 5cm. Tergantung dari ukuran bahan / media yang digunakan. Dalam hal penggunaan pipa paralon PVC, biasanya pipa yang digunakan berukuran antara 2,5inchi hingga 4 inchi.

Pada sistem DFT, air yang disirkulasikan dalam sistem talang air atau pipa PVC dialirkan menggunakan pompa air listrik. Dikarenakan sistem yang menyisakan air menggenang, maka pompa air tidak harus selalu dinyalakan. Contohnya anda dapat menggunakan timer (pengatur waktu) untuk membuat pompa menyala pada waktu tertentu. Misalkan hanya menyala pada siang hari atau pada waktu tertentu.

Kelebihan Sistem Hidroponik DFT

Berikut ini adalah beberapa alasan yang menjadi keunggulan dari sistem DFT :

  • Lebih hemat listrik karena pompa tidak perlu selalu dinyalakan
  • Pasokan nutrisi tetap terjaga meskipun sedang ada pemadaman listrik
  • Cocok digunakan untuk berbagai jenis tanaman hidroponik

Kekurangan Sistem Hidroponik DFT

Selain keunggulan yang sudah disebutkan, berikut ini beberapa kelemahan sistem hidroponik DFT

  • Kemungkinan terjadi busuk akar jika akar terendam keseluruhan
  • Biaya relatif lebih mahal
  • Air nutrisi yang dibutuhkan lebih banyak untuk menggenangi sistem
  • Suplai oksigen untuk akar tumbuhan lebih tipis

Contoh Sistem Hidroponik DFT

Tanaman Yang Cocok Pada Teknik Hidroponik DFT

Hampir semua jenis tanaman yang dapat ditanam secara hidroponik dapat menggunakan sistem DFT.  Umumnya, DFT digunakan untuk berbagai jenis sayuran seperti sawi, pakchoy (bak choy), bayam atau kangkung.

Beberapa pelaku hidroponik yang sudah cukup senior bahkan menggunakan sistem hidroponik DFT untuk membudidayakan berbagai sayuran dan buah seperti tomat hingga strawberry. Namun untuk tanaman yang tinggi dan berbatang agak keras, membutuhkan bantuan tali atau penopang agar tanaman tetap berdiri tegak.

Related Articles

1 thought on “Sistem Hidroponik DFT (Deep Flow Technique)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close