Hidroponik Dasar

Apa Itu Hidroponik, Pengertian dan Sejarah

Secara sederhana, berkebun hidroponik adalah sebuah metode budidaya tumbuhan, baik sayuran, buah atau bunga dengan memanfaatkan media air untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Dengan demikian, bisa dikatakan jika dalam teknik hidroponik, pada umumnya, tidak menggunakan media tanah.

Kebutuhan air pada hidroponik bisa dikatakan lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan air saat bercocok tanam dengan media tanah konvensional. Hal ini dikarenakan teknik hidroponik didesain agar dapat menggunakan air secara efisien. Sehingga bercocok tanam dengan hidroponik sangat cocok dilakukan di daerah yang tidak terlalu banyak pasokan air.

Apa itu berkebun hidroponik
sumber gambar : geertsonseedfarms.com

Pengertian Kata Hidroponik

Berdasarkan Wikipedia, hidroponik merupakan etimologi dari Bahasa Yunani yaitu hydro yang memiliki arti air dan ponos yang berarti daya. Sehingga hidroponik memiliki arti budidaya tanaman dengan memanfaatkan air.

Metode hidroponik dikenal juga dengan istilah soilless culture, atau budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. Dalam hidroponik, pola pikir yang digunakan adalah pemanfaatan air sebagai media utama untuk melarutkan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada tanaman. Sedangkan tanah sebagai media penyangga / penopang tanaman dan penahan air dapat digantikan oleh media lainnya.

Sejarah Teknik Berkebun Hidroponik

Sejarah Hidroponik : Sekitar tahun 1600-an, budidaya tanaman tanpa tanah menjadi cukup populer. Hal ini ditunjukkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Francis Bacon (1627) dan John Woodward (1699). Keduanya menghasilkan buku dengan penelitian terkait percobaan budidaya tumbuhan dengan menggunakan air yang kurang murni dan tidak menggunakan tanah.

Selanjutnya pada tahun 1842, Julius von Sachs dan Wilhelm Knop, Ahli botani Jerman, menyusun hasil penelitian terkait Sembilan elemen penting bagi tumbuhan. Hasil penelitian itu kemudian menjadi dasar untuk pengembangan pemenuhan unsur nutrisi mineral bagi tumbuhan.

Pada tahun 1929, William Frederick Gericke dari Universitas California di Berkeley memperkenalkan istilah aquaculture dalam membudidayakan tanaman pertanian dengan menggunakan air dan tanpa menggunakan media yang menyediakan unsur hara seperti tanah. Dalam perkembangannya kemudian Gericke menciptakan istilah hidroponik yang diambil dari Bahasa Yunani Kuno. Masih menurut Gericke, hidroponik pada nantinya akan memicu revolusi tanaman pertanian. Dan pada tahun 1940, Gericke menerbitkan buku berjudul Complete Guide to Soil less Gardening.

Bertanam atau berkebun secara hidroponik belakangan semakin menjadi trend dan gaya hidup masyarakat modern. Tidak hanya dalam skala besar atau produksi, banyak pula yang menjadikan hidroponik sebagai hobi. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya Teknik, peralatan dan fasilitas untuk Berkebun hidroponik dengan lebih mudah.

Keuntungan hidroponik dapat bermacam-macam, tergantung dari skala, tujuan dan teknik hidroponik yang digunakan. Untuk hidroponik rumahan atau hobi, hidroponik yang tidak membutuhkan lahan luas dan tanah untuk berkebun memberikan keuntungan dapat dilakukan pada lahan yang sempit serta terlihat bersih. Sehingga tidak sedikit pula yang menjadikan tanaman hidroponik sebagai ‘hiasan’ di pekarangan rumah.

Tags

Related Articles

1 thought on “Apa Itu Hidroponik, Pengertian dan Sejarah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close