Cerita Hidroponik

Mengapa Hobi Berkebun Hidroponik?

Iseng.

Mungkin itu jawaban paling tepat untuk pertanyaan di atas. Berawal dari event flash sale dan cashback di salah satu marketplace, entah kenapa saat itu saya malah belanja mesin bor. Dan sampai mesin bor itu datang, saya masih belum tahu bakal buat apa.

Kebetulan di saat yang sama, saya dan keluarga sedang senang-senangnya berkebun. Berbagai jenis tanaman bunga dan buah kami coba tanam. Saat itu pertimbangannya hanya untuk mengajarkan anak beraktifitas fisik sekaligus mengisi kekosongan di lahan belakang rumah. Yang kami tanam saat itu lavender, bunga matahari, rumput kucing, semangka, cabe dan tomat rampai.

Belakangan tanaman-tanaman itu mulai jarang tersentuh. Disiram hanya kalau ingat saja, apalagi mau kasih pupuk dan lain-lain. Wah, beneran terbengkalai.

Mengapa harus berkebun hidroponik

Dari situ saya coba alternatif baru. Kebetulan saat itu ada event Flora Dan Fauna 2017 di Lapangan Banteng dan saya melihat ada booth tanaman hidroponik. Tapi saya tidak membeli apa-apa. Saya hanya lari ke google dan mencari hal-hal tentang apa itu hidroponik dan tips memulai hidroponik untuk pemula.

Setelah sedikit tahu, saya barulah memulai mengumpulkan dan memulai berkebun dengan hidroponik. Saat itu saya mencoba teknik wick dan menanam kangkung. Modal saya hanya benih kangkung yang dikemas eceran dan saya beli seharga 5 ribu rupiah, AB Mix seharga 20 ribuan, potongan rockwool eceran 25 ribuan, kain flanel 5 ribu rupiah, 10 buah netpot (9 ribuan), botol air mineral bekas dan bekas ember cat.

Hasilnya? Gagal.

Tak menyerah, saya mencoba lagi teknik baskom-ponik (ini istilah asal-asalan saja). Modal baskom besar yang biasa dipakai untuk mencuci pasir kucing, saya membeli besek (ini apa sih bahasa indonesian?) kotak yang berukuran sama dan bibit kangkung 10 ribuan merk panah merah. Kebetulan saya baru tahu kalau bibit itu 10 ribu dapat banyak. Beli eceran adalah khilaf godaan pameran di Flora dan Fauna kemarin.

Percobaan kedua ini hasilnya : sukses!

Karena benih kangkungnya saya tebar begitu saja, alhasil kami sekeluarga panen kangkung kebanyakan. Saya membagi-bagikannya sampai ke sepupu-sepupu dan tetangga.

Senang, bangga dan merasa termotivasi. Saya pasti bisa lebih!

Panen Kangkung Hidroponik RUmahan

Dari situ saya mulai belajar tentang skema-skema sistem hidroponik dan cara membuatnya. Dari sinilah saya kemudian ingat kalau saya ternyata punya mesin bor tangan yang nganggur di gudang. Kemudian saya lanjutkan fokus mempelajari sistem DFT dengan menggunakan pipa PVC. Setelah merasa siap mental dan materil, akhirnya saya memulai membangun sistem DFT. Alasannya bisa dibaca disini : Kelebihan Sistem Hidroponik DFT.

Belanjaan saya saat itu ternyata kalau dipikir, lumayan banyak juga. Pipa PVC 3 inchi 2 buah (100 ribuan), knee pipa dan printilannya (lupa berapa ini), holesaw (70 ribuan), rockwool 1 blok (50 ribuan), kain flanel (5 ribuan), AB Mix (5 ribuan), pompa air DC kecil (80 ribuan), panel surya (200 ribuan) dan ember bak nutrisi 50 ribuan. Bibit saya tidak beli, bibit kangkung masih banyak!

Panen Kebun Hidroponik di Rumah

Karena hanya dikerjakan saat weekend, modul DFT saya selesai setelah 2 minggu. Sembari mengerjakan, saya juga menyemai kangkung di rockwool. Begitu media selesai, saya langsung memindahkan benih yang berhasil disemai ke modul. Selanjutnya atur air nutrisi dan berdoa.

Hasilnya tanam kangkung hidroponik dengan DFT saya ini bisa dibilang sukses. Bahkan terlalu sukses. Sekitar 50an lubang tanam (masing-masing isi 5 batang kangkung) membuat keluarga saya benar-benar panen kangkung. DIbagi ke tetangga saja masih belum habis. Saya benar-benar puas. Keluarga saya selalu tertawa jika mengingat panen kangkung kami kala itu.

Berawal dari situ, saya mulai mencoba menanam yang lain. Hidroponik semangka, sawi dan pakchoy sudah saya coba juga. Tidak selalu 100% berhasil. Tapi setiap kali ada masalah atau kegagalan, selalu membuat saya penasaran untuk mencoba lagi.

Enaknya Berkebun Hidroponik DI Rumah

Jadi, apa alasan saya memulai hidroponik?

Iseng. Mungkin ketagihan menikmati rasa ‘puas’ saat memetik tanaman hidroponik siap panen, makan sayur hasil kebun sendiri. Atau mungkin sekedar ketagihan duduk santai minum kopi di belakang rumah, menikmati gemericik air mengalir di modul hidroponik dan memandangi hijaunya sayur di kebun hidroponik sederhana saya.

Kalau kamu, apa alasan mulai berhidroponik?

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close