Hidroponik Dasar

Kekurangan Sistem Hidroponik

Pada artikel sebelumnya, kami telah menuliskan kelebihan sistem hidroponik yang membuat metode ini digemari masyarakat. Namun selain itu, hidroponik juga memiliki kekurangan dan kelemahan yang harus diperhatikan. Dan berikut ini beberapa kekurangan sistem hidroponik yang perlu untuk diketahui.

Kekurangan Dari Sistem Hidroponik

Kekurangan Bercocok Tanam Dengan Sistem Hidroponik

Modal Awal Cukup Besar
Meski sebagai keuntungan disebutkan jika hidroponik membutuhkan modal yang kecil, namun jika akan bermain di skala industri maka modal awal yang dibutuhkan cukup besar juga. Hal ini dibutuhkan untuk membeli peralatan dan perlengkapan hidroponik yang diperlukan. Sebut saja contohnya pipa paralon untuk gully, talang air, pompa air, tandon air, rangka, bor untuk membuat lobang pot dan lain-lain.

Perlengkapan Hidroponik Masih Cukup Langka
Hidroponik di Indonesia terbilang masih cukup langka dan memang tidak terlalu populer. Imbasnya adalah toko atau penjual yang menyediakan perlengkapan hidroponik jadi tidak terlalu ramai. Bahkan di beberapa daerah bisa dikatakan tidak ada yang menyediakan. Pun demikian, hambatan ini dapat teratasi dengan maraknya toko online atau marketplace yang menjual perlengkapan hidroponik.

Harus Teliti dan Telaten
Air merupakan media utama dalam berhidroponik. Air tersebut juga sudah dicampur dengan larutan nutrisi yang digunakan untuk memenuhi asupan kebutuhan nutrisi tanaman. Agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal, maka kualitas air dan kandungan nutrisi di dalamnya harus dicek secara berkala. Termasuk pula pasokan debit air, kadar pH atau tingkat keasaman, keberadaan hama dan lumut yang rentang menyerang.

Memiliki Niat dan Kesabaran
Beberapa penghobi hidroponik cukup mengeluhkan proses penyemaian dan perpindahan dari media semai ke gully. Hal ini dikarenakan setiap benih dan tanaman harus diperlakukan hati-hati satu-persatu. Dalam skala industri, hal ini tentu akan sangat menyita waktu dan kesabaran yang tinggi. Ratusan bibit dan benih yang harus disemai dan dipindahkan satu-persatu ke gully bukanlah hal yang dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Butuh Kreatifitas
Hidroponik memang tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas. Bisa dibilang, dengan lahan yang sama bila dibandingkan dengan kebun konvensional, hidroponik dapat menghasilkan tanaman yang lebih banyak. Namun itu semua sangat tergantung dari penempatan dan pemilihan model gully atau tempat tanaman hidroponik yang didesain. Oleh karenanya, kreatifitas juga sangat dibutuhkan agar pemanfaatan lahan dapat digunakan secara efisien untuk menempatkan gully seoptimal mungkin untuk mendapatkan lubang tanam yang maksimal.

Selain kekurangan-kekurangan sistem hidroponik yang sudah disebutkan di atas, untuk memulai berkebun hidroponik tentu kita dituntut untuk mau belajar dunia hidroponik dari dasar. Apalagi untuk yang belum pernah bercocok tanam / berkebun sebelumnya. Ada baiknya untuk memulai dari mempelajari istilah dalam hidroponik yang menurut kami cukup banyak dan perlu untuk dipelajari.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close